Ekor Kalimantan


Untuk berkegiatan alam bebas, melakukan pengabdian pada masyarakat hingga penelitian ataupun hanya sekedar berlibur, tempat satu ini dapat dijadikan rekomendasi daftar kunjungan yang pantas didatangi. Belum banyak yang tahu tentang keindahan serta potensi yang ada dilokasi satu ini. Disebut Ekor Kalimantan karena berada  diujung barat Pulau Kalimantan, tepat berbatasan daratan dan lautan langsung dengan negari jiran. Desa Temajuk merupakan desa terakhir diperbatasan, untuk menuju desa perbatasan dengan segala keterbatasannya, Desa Sebubus harus dilewati terlebih dahulu. Dua desa ini ada diantara delapan desa di Kecamatan Paloh yang memiliki pantai dengan panjang ± 63 km. Pantai ini merupakan habitat penyu endemik Indonesia yaitu penyu hijau dan penyu sisik dan juga digunakan sebagai jalur transportasi utama yang dapat dilalui kendaraan sepeda motor sebelum adanya pembangunan jalan.

Penyebrangan menuju Dusun Ceremai

Penyebrangan menuju Dusun Ceremai

Untuk sampai ke Ekor Kalimantan, dari Pontianak perjalanan ditempuh dengan jarak ± 350 km hingga tiba di Temajuk. Pontianak ke arah Sambas, setibanya di Sambas lewati Jembatan Batu atau sering disebut Geretak Batu yang mengarah ke Kartiasa kemudian menyebrangi Sungai Sambas menggunakan feri tujuan Teluk Kalong dengan tarif Rp 5.000 per sepeda motor atau Rp 35.000 jika menggunakan mobil pribadi. Selesai menyebrang, perjalanan berlanjut menuju arah Paloh, Dusun demi dusun akan dilewati mulai dari aspal mulus hingga berlubang. Dusun Liku, Dusun Setingga, Dusun Merbau, dan sampailah di Dusun Sumpit kembali lagi menyebrangi sungai dengan perahu bangkong yang bertarif Rp 10.000 per sepeda motor dan Rp 100.000 per mobil pribadi untuk tiba di Dusun Ceremai. Sampai disini perjalanan masih terus berlanjut untuk menuju Sungai Belacan, medan jalan yang saat itu sedang dalam perbaikan akan sedikit mengocok perut. Dari Sungai Belacan sensasi berkendara diatas pasir dapat dirasakan, selain itu juga sudah tersedia jalan pengerasan yang dapat mengantarkan ke Desa Temaju dengan radius 30-100 meter dari bibir pantai dengan jarak  ± 30 km. Perjalanan dapat ditempuh ketika air laut surut dengan melewati bibir pantai.

Perjalanan menuju Temajuk

Perjalanan menuju Temajuk

Pasir pantai yang padat membuat sepeda motor dapat melaju dengan santai. Tentunya keterampilan menunggangi sepeda motor jadi modal awal untuk melewatinya. Selama berkendara dengan sepeda motor sesekali batu karang dan batuan granit  disertai pohon cemara yang jadi pembatas vegetasi tumbuhan dengan bibir pantai akan terlihat menghiasi indahnya pantai ini. Dermaga Camar Bulan yang tampak akan jadi finis perjalanan diatas pasir dengan terumbu karang dibawahnya yang cocok untuk snorkeling, jalur pantai ini dapat memakan waktu 1,5 jam dan bisa lebih untuk perdana. Pos Babinsa akan menjadi bangunan penyambut kedatangan, diikuti rumah warga yang disertai keramahan mereka. Untuk sampai disini keterbatasan diperbatasan yang rentan akan perampasan sangat dapat dirasakan. Prasarana penunjang kehidupan warga tak sebanding dengan usia negara yang sudah lebih dari setengah abad.

Khususnya untuk liburan home stay Pak Atong selalu siap menyambut pengunjung yang datang ke Desa Temajuk. Home stay ini letaknya diujung desa yang dikelola mandiri oleh Pak Atong untuk mendongkrak destinasi wisata yang belum sepenuhnya didukung warga dan pemerintah daerah. Dengan teras, kamar tidur dan dapur yang dilengkapi peralatan masak serta toilet yang bersih tanpa ada masalah dengan pengairannya akan menyempurnakan liburan pengunjung. Pemandangan pantai pasir dan bebatuan dapat dinikmati dari sini disertai surya tenggelamnya sambil berayun di hammock.

Plang home stay Pak Atong

Plang home stay Pak Atong

Belum selesai sampai disini, jika tidak mengunjungi Tanjung Datu berarti belum sampai ke Ekor Kalimantan. Bangkong sebutan sampan tradisional suku Melayu Sambas yang ditambah tenaga mesin disebut Jongson merupakan satu-satunya alternatif melanjutkan rute untuk sampai ditujuan akhir, karena tidak bisa dilakukan dengan susur pantai. Batu dan tebing akan menambah lamanya waktu jika nekad dilakukan, untuk amannya juga bisa dengan menaiki bukit namun tetap tak akan mempersingkat perjalanan dan tak lebih aman dibanding menyewa jongson dengan tarif Rp 250.000 untuk sekali perjalanan.  Selama perjalanan dengan jongson akan melewati batu burung (sebuah batu karang ditengah laut tempat bertenggernya burung camar), jika sudah merapat ke pantai berumput kemudian naik ke atas akan menemukan plang Tanjung Datu yang dibuat oleh Malaysia dan dua mercusuar milik Indonesia dan Malaysia.

Plang Tanjung Datu

Plang Tanjung Datu

Data ditulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi anggota mengisi liburan kuliah saat bulan ramadhan, inilah liburan ala MAPALA UNTAN yang berlangsung pada tanggal 28 – 31 Juli 2012.

MPA-U. 0910278/TB

Share Button